Selasa, 25 Nov 2014
Menurut Anda Bagaimana Keberadaan KKPRS di mata Rumah Sakit ?
   Sangat Bagus
   Bagus
   Kurang Bagus
   Tidak Perlu
Lihat Hasil
Workshop Keselamatan Pasien dan Manajemen Risiko Klinis
Kamis, 20 Dec 2012 22:20:14

2.400 tahun yang lalu Hippocrates (460-335 BC):
“Primum, non nocere” (First do no harm).


Saat ini isu penting dan global dalam Pelayanan Kesehatan adalah Keselamatan pasien (Patient Safety). Isu ini praktis mulai dibicarakan kembali pada tahun 2000an, sejak laporan dan Institute of Medicine (IOM) yang menerbitkan laporan: TO ERR IS HUMAN, BUILDING A SAFER HEALTH SYSTEM (2000), yang memuat data menarik tentang Kejadian Tidak Diharapkan/ KTD (Adverse Event).

Organisasi kesehatan dunia (WHO) juga telah menegaskan pentingnya Keselamatan dalam pelayanan kepada pasien: “Safety is afundamental principle of patient care and a critical component of quality management.” (World Alliance for Patient Safety Forward Programme WHO, 2004), sehubungan dengan data KTD di Rumah Sakit diberbagai negara menunjukkan angka: 3 -16% yang tidak kecil.

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) telah membentuk Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKP-RS) pada tanggal 1 Juni 2005. Selanjutnya Gerakan Keselamatan Pasien Rumah Sakit ini kemudian dicanangkan oleh Menteri Kesehatan pada Seminar Nasional PERSI pada tanggal 21 Agustus 2005, di Jakarta Convention Centre Jakarta.

KKP RS telah menyusun Panduan Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien bagi staf RS untuk mengimplemen-tasikan Keselamatan Pasien di rumah sakit. Disamping itu pula KARS (Komite Akreditasi Rumah Sakit) Depkes telah menyusun Standar Keselamatan Pasien Rumah Sakit yang akan menjadi salah satu Standar Akreditasi.

Keselamatan Pasien sebagai suatu Sistem diharapkan memberikan asuhan kepada pasien lebih aman, mencegah cedera akibat kesalahan karena melakukan tindakan atau tidak melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan.

Dalam pelaksanaannya, Keselamatan Pasien akan banyak menggunakan prinsip dan metode manajemen risiko mulai dari identifikasi, asesmen dan pengelolaan risiko. Diharapkan, pelaporan & analisis insiden akan meningkatkan kemampuan belajar dan insiden yang terjadi untuk mencegah terulangnya kejadian yang sama dikemudian hari.

Untuk mengimplementasikan tujuh Langkah Keselamatan Pasien dan Standar Keselamatan Pasien Rumah Sakit, PERSI dan KKP-RS bekerjasama dengan KARS dan IMRK (Institut Manajemen Risiko Klinis) memberikan Paket Bimbingan dalam bentuk Workshop kepada Rumah Sakit.

SEKILAS MENGENAI PELATIHAN
Pelatihan diselenggarakan dengan ceramah dan studi kasus secara interaktif dalam kelompok. Dengan metode ini diharapkan para peserta dapat langsung mengaplikasikan keterampilannya dalam melaksanakan Tujuh Langkah Keselamatan Pasien dan Standar Keselamatan Pasien Rumah Sakit.

TUJUAN
  • Mendapatkan pemahaman umum tentang Manajemen risiko klinik dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit
  • Memahami cara pelaksanaan Tujuh Langkah menuju Keselamatan Pasien Rumah Sakit
  • Memahami Standar Keselamatan Pasien Rumah Sakit
  • Memberikan bimbingan persiapan Akreditasi pelayanan Keselamatan Pasien Rumah Sakit
  • Memahami dan dapat mengaplikasikan Instrumen Manajemen risiko dalam menganalisa Insiden di Rumah Sakit

PESERTA
  • Direktur Rumah Sakit
  • Komite Medis,
  • Kepala Departemen/ Unit/ Bagian di Rumah Sakit

PAKET DAN TOPIK
PAKET LENGKAP
  1. Patient safety is a key component of Risk Management
  2. State of the Art Patient Safety (Seven Steps)
  3. Standard Keselamatan Pasien Rumah Sakit
  4. Instrumen Akreditasi pelayanan keselamatan pasien Rumah Sakit
  5. Membangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien (Langkah 1 Keselamatan Pasien)
  6. Memimpin dan mendukung staf untuk komit dan fokus pada Keselamatan Pasien Rumah Sakit (Langkah 2 Keselamatan Pasien)
  7. Integrasi Manajemen Risiko (Langkah 3 Keselamatan Pasien)
  8. Sistem Pelaponan di Rumah Sakit (Langkah 4 Keselamatan Pasien)
  9. Komunikasi dengan pasien (Langkah 5 Keselamatan Pasien)
  10. Belajar dan berbagi pengalaman keselamatan pasien (Langkah 6 Keselamatan Pasien, Incident Investigation: Simple Investigation & RCA)
  11. Cegah cedera melalui Implementasi keselamatan pasien rumah sakit. (Langkah 7 Keselamatan Pasien, Risk Assessment & Redesign Process: HFMEA & HFMECA)
PAKET ALA CARTE
PAKET I
Gambaran Umum dengan Konsep & Standar Keselamatan Pasien
  1. Patient safety is a key component of Risk Management
  2. State of the Art Patient Safety (Seven Steps)
  3. Standar Keselamatan Pasien Rumah Sakit
  4. Instrumen Akreditasi Pelayanan Keselamatan Rumah Sakit
  5. Pengenalan Instumen dalam menganalisa Insiden di Rumah Sakit (Risk Management Tools)

PAKET II
lakah-Langkah Keselamatan Pasien
  1. Membangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien
  2. Memimpin dan mendukung staf untuk komit dan fokus pada keselamatan pasien
  3. Integrasi Manajemen Risiko
  4. Sistem pelaporan di Rumah Sakit
  5. Komunikasi dengan pasien
  6. Belajar dan berbagi pengalaman keselamatan pasien
  7. Cegah cedera melalui Implementasi keselamatan pasien

PAKET III
Pelatihan & Studi Kasus dengan Instrumen Manajemen Risiko dan Keselamatan Pasien
  1. Simple Investigation (Studi Kasus)
  2. Root Cause Analysis (RCA) (Studi Kasus)
  3. Cegah cedera melalui Implementasi keselamatan pasien
  4. Proactive Risk Assessment and Redesign Process
  5. HFMEA & HFMECA (Studi Kasus)
 
 
 
 
 
 
 
Copyright © 2007  KKPRS_PERSI
KOMITE KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT
Alamat: Komplek Sentra Bisnis Artha Gading
Jl. Boulevard Artha Gading Blok A-7A No. 28, Kelapa Gading - Jakarta Utara
Telp. 021-45845303, 45845304, 45857832 ;  Fax. 021-45857833

BEST VIEWS 1024 x 768 Pix RESOLUTION

HTML Hit Counter
Web Site Hit Counters