Senin, 22 Sep 2014
Menurut Anda Bagaimana Keberadaan KKPRS di mata Rumah Sakit ?
   Sangat Bagus
   Bagus
   Kurang Bagus
   Tidak Perlu
Lihat Hasil
Seminar Nasional VII PERSI dan HOSPEX XX
Meningkatkan Kepercayaan dengan Patient Safety

Rabu, 14 Nov 2012 09:53:52

Keselamatan Pasien merupakan isu yang sedang gencar disosialisasikan di kalangan lembaga pelayanan kesehatan. Keselamatan pasien wajib diterapkan dalam segala aspek pelayanan dan akan dimasukkan sebagai standar akreditasi RS pada tahun 2008. Berkaitan dengan hal tersebut PERSI kembali mengadakan Seminar Nasional VIII, yang menyatu dengan Seminar Tahunan I Patient Safety, mengangkat tema “Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat Kepada Rumah Sakit melalui Program Keselamatan Pasien” pada 5-8 September 2006 lalu di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Bersamaan dengan seminar tersebut juga digelar Hospital Expo XX-2007 yang diikuti lebih dari 200 peserta pameran berkaitan dengan industri perumahsakitan.

Sistem Keselamatan pasien umumnya terdiri dan beberapa komponen seperti sistem pelaporan insiden, analisis belajar dan riset dari insiden yang timbul, pengembangan dan penerapan solusi untuk menekan kesalahan dan kejadian yang tidak diharapkan (KTD), serta penetapan berbagai standar keselamatan pasien berdasarkan pengetahuan dan riset. Sebelumnya, sebagian kegiatan Keselamatan Pasien telah dilaksanakan di RS hanya belum komprehensif. Diawali oleh AS sekitar tahun 2000, berbagai negara sekarang sudah mengembangkan sistem Keselamatan Pasien. Indonesia pun telah mencanangkan Gerakan Keselamatan Pasien pada tanggal Agustus 2005. Acara yang dihadiri oleh profesional rumah sakit maupun sistem pendukungnya ini dibuka secara resmi oleh Ibu Menteri Kesehatan RI DR. Dr. Siti Fadilah Supari, SpJP(K). Pada pidato singkatnya beliau menghimbau agar RS di Indonesia mau bersama-sama membenahi diri untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap RS di Indonesia. Menurutnya, pola pikir bisnis yang seringkali mendominasi para pelaku institusi RS mengakibatkan terabaikannya fungsi sosial RS. Hal ini tercermin dari banyaknya keluhan, tuntutan hukum, serta pengungkapan media massa terhadap pihak RS. Oleh karena itu, RS perlu mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan memperhatikan hak-hak keselamatan pasien.

Seminar yang berlangsung selama empat hari tersebut menghadirkan berbagai narasumber dan kalangan rumah sakit, Depkes, PERSI, organisasi profesi, serta pembicara-pembicara asing untuk menambah wawasan peserta melalui sesi pleno maupun workshop. Beberapa pihak rumah sakit yang telah menerapkan program Keselamatan Pasien pun berbagi pengalaman. Salah satunya Dr. Agus Hardjono, MKes, Manajer Staf Medik dari RS Telogorejo, Semarang, yang memaparkan mengenai manajemen risiko klinik di RS Telogorejo dilihat dari sudut pandang finansial RS.

Program Keselamatan Pasien yang dilaksanakan di RS Telogorejo selama Agustus 2006-Juli 2007 menemukan adanya 827 KTD dimana lebih dari separuhnya merupakan kejadian non medis. Data menunjukkan sekitar 352 KTD bersumber dari pihak dokter dan sebagian besar (hampir 70%) disebabkan oleh faktor attitude, sisanya adalah skill dan knowledge. RS Telogorejo berupaya menindak lianjuti setiap KTD yang terjadi, seperti membangun komunikasi yang baik antara dokter dan pasien, untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien. Keselamatan Pasien terus disosialisasikan ke dalam dan luar lingkungan RS karena banyak permasalahan medis dapat dicegah dengan diterapkannya program Keselamatan Pasien. Biaya pelaksanaan program pun relatifkecil bila dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan akibat ketidakpuasan pasien.
 
 
 
 
 
 
 
Copyright © 2007  KKPRS_PERSI
KOMITE KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT
Alamat: Komplek Sentra Bisnis Artha Gading
Jl. Boulevard Artha Gading Blok A-7A No. 28, Kelapa Gading - Jakarta Utara
Telp. 021-45845303, 45845304, 45857832 ;  Fax. 021-45857833

BEST VIEWS 1024 x 768 Pix RESOLUTION

HTML Hit Counter
Web Site Hit Counters